Kamis, 24 Maret 2011

SOFTWARE RELEASE LIFE CYLE

0 komentar


Software release adalah pendistribusian software code, dokumentasi, dan bahan-bahan pendukung lainnya. Rilis siklus hidup perangkat lunak terdiri dari fase diskrit yang menggambarkan kematangan perangkat lunak karena lanjutan dari perencanaan dan pengembangan untuk perilisan dan fase dukungan (support phases).


Dalam dunia perangkat lunak, dikenal istilah Software Development Cycle (atau dalam beberapa kamus/ensiklopedi, ditulis Software Release Life Cycle). Istilah ini mengacu pada tahapan-tahapan munculnya sebuah perangkat lunak mulai dari prototip hingga bentuk jadi. Istilah ini digunakan untuk menandai suatu perjalanan proyek yang biasa disebut “milestone“. Proses pengembangan perangkat lunak pun dibagi menjadi beberapa bagian. Saya akan menjelaskan satu per satu tahapan tersebut.


Pre-Alpha

Tahap awal ini biasanya adalah tahap analisa, desain sistem, dan testing fungsi-fungsi awal yang akan digunakan. Tahap ini biasanya tidak di-release ke publik dan hanya beberapa (sedikit) orang saja yang mengetahuinya. Biasanya tim pengembang perangkat lunak tersebut dan beberapa orang atau tim lain yang terkait dengannya. Tahap ini seperti seorang arsitek yang mempresentasikan gambar desainnya dan seorang kontraktor yang memperkirakan biayanya.


Alpha

Tahap Alpha dari sebuah perangkat lunak biasanya sudah siap dasar-dasarnya (seperti Anda membangun rumah, versi Alpha ini adalah kerangka dari rumah yang Anda buat, seperti pondasi, tiang, atap, dsb.). Versi ini kadang di release ke publik, tapi kebanyakan di release ke internal terlebih dahulu, dengan cakupan tester yang lebih luas dari versi sebelumnya, Pre-Alpha. Versi ini seperti Anda memiliki rumah yang telah jadi, namun apa adanya. Belum ada hiasan, lukisan, AC, asesoris, dan sebagainya. Polos. Tahap ini, para alpha-tester mencoba mengetes sejauh mana perangkat lunak tersebut stabil dan dapat berjalan sebagaimana mestinya (tahap ini juga menguji kemampuan error-handling dari software yang bersangkutan).

Pada tahap ini dikenal istilah white box techniques dan black box techniques. Jika sebuah aplikasi perangkat lunak telah memasuki tahap black box, itu artinya aplikasi tersebut berada dalam tahap alpha-release.


Beta

Aplikasi yang telah memasuki tahap Beta, berarti aplikasi tersebut telah lolos dari tahap Alpha dan tinggal satu tahap lagi untuk dilempar dan di tes ke pasaran (dalam bentuk terbatas). Aplikasi tahap Beta biasanya merupakan prototip aplikasi yang sudah jadi yang nantinya akan dilempar ke pasaran/end user. Versi Beta ini pun biasanya sudah tersedia secara publik dan dapat di download. Secara umum, tidak ada perbedaan yang terlalu mencolok antara versi Beta dengan versi penuh (full release). Perbedaannya biasanya hanya terletak pada bug-bug yang ada di dalamnya.

Programmer, developer, atau pengguna yang menggunakan versi Beta lalu memberikan umpan balik (feedback) terhadap aplikasi tersebut disebut beta testers. Mereka, orang-orang itu, sangat berjasa dalam membuat sebuah aplikasi menjadi stabil dan bebas error. Itulah mengapa nama-nama beta-testers ini selalu disertakan dalam tempat khusus pada aplikasi (biasanya bagian About) untuk menghargai jasa besar mereka.


Release Candidate (RC)

Dahulu, biasanya aplikasi akan langsung diterjunkan ke pasaran dan digunakan oleh semua pengguna (end user) sebagai produk versi penuh (full version) jika telah melewati tahap Beta. Saat ini, semakin pesatnya perkembangan teknologi dan semakin terkoneksinya seluruh developer di seluruh dunia, pengembang aplikasi perangkat lunak menambahkan satu lagi tahapan akhir sebelum sebuah aplikasi benar-benar dilepas ke pasaran: Release Candidate.

Anda pasti sudah bisa menebak makna dari tahap ini. Aplikasi yang telah mengantongi embel-embel ini (RC, seperti Windows 7 di awal), biasanya sama persis dengan versi penuh yang akan di release di kemudian hari. Dua hal yang menjadi fokus utama dari RC ini adalah kestabilan dan masalah keamanan. Setiap pengembang berbeda-beda dalam penomorannya. Satu pengembang mungkin hanya butuh sekali RC saja (misal Microsoft), sedangkan beberapa pengembang lain membutuhkan tiga sampai empat tahap RC (seperti Mozilla).


Final Release

Inilah tahap akhir dari pengembangan aplikasi perangkat lunak. Semua orang menikmati kestabilannya dan keamanannya. Windows yang Anda gunakan sekarang, browser, aplikasi perkantoran (office), mail client, pengolah citra (foto/gambar), dan sebagainya. Anda jarang, atau bahkan tak pernah, dipusingkan dengan error sana-sini. Semua fungsi serta menu berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya. Kehidupan Anda menjadi semakin mudah karena aplikasi release ini.


sumber:

  • http://en.wikipedia.org/wiki/Software_release_life_cycle
  • http://www.adipedia.com/2010/10/mengenal-siklus-pengembangan-perangkat.html
Selengkapnya...

HAL YANG DILAKUKAN PADA PROSES DEPLOYMENT

1 komentar

Hal - hal umum yang harus dilakukan pada proses deployment :


1. Membuat media penyampaian :

- Menyatukan dan mencoba semua file yang dapat dieksekusi
- Menyatukan dan mencoba semua file data
- Membuat dan mencoba semua dokumentasi
- Mengimplementasi dalam bentuk elektronik(contoh : pdf)
- Mengimlementasi file “help” sebagai panduan untuk user
- mengimplementasi petunjuk mengatasi masalah(troubleshooting)
- mencoba media penyampaian yang telah dibuat pada sekelompok orang yang mewakili sebagai pengguna software


2. Membuat panduan(help) untuk software yang membutuhkan jasa seseorang/sekelompok :

- Membuat dokumentasi atau alat bantu (contoh : layanan pelanggan)
- Membuat mekanisme kontak seperti customer service
- Membuat mekanisme untuk memunculkan report/laporan ketika ada kesalahan
- Membuat database mengenai error


3. Membuat mekanisme respon software terhadap hal yang dilakukan user :

- Menetapkan proses respon yang akan dilakukan
- Menetapkan bentuk respon(tulisan atau elektronik)
- Membuat database mengenai respon – respon yang akan dilakukan


4. Menyebarkan semua media penyampaian kepada para pengguna


5. Mengadakan fungsi bantuan yang terus menerus :

- Menyediakan bantuan proses instalasi dan start-up
- menyediakan bantuan troubleshooting secara kontinu


6. mengumpulkan semua respon dari pengguna

Selengkapnya...

PRINSIP-PRINSIP SOFTWARE DEPLOYMENT

1 komentar

Prinsip – prinsip yang harus diikuti tim perancang software dalam menyiapkan pengembangan:

1. Harapan para pengguna terhadap software harus diatur dengan dengan baik.
Berdasarkan buku “managing expectation” yang ditulis Naomi Karten, dikatakan bahwa sebaiknya para perancang software harus berhati – hati dalam memberi pesan kepada pengguna. Contoh yaitu menjanjikan sesuatu yang tidak sesuai kemampuan sehingga pada akhirnya menimbulkan ketidakpuasan pengguna software.

2. Paket delivery yang lengkap harus di susun dan dites
Tiap skrip penginstalan dan fitur operasional yang lain harus bisa menangani dengan benar pada setiap kemungkinan konfigurasi ( contoh : hardware, os, perangkat peripheral, pengaturan jaringan).

3. Panduan software harus ada sebelum software disebarkan
Apabila pengguna mengalami masalah dalam menggunakan software, maka harus terdapat panduan untuk pengguna terhadap masalah tersebut. Karena itu, panduan harus direncanakan dan disiapkan secara matang.

4. Bahan – bahan pendukung software harus disediakan untuk pengguna
Penyebaran software tidak hanya softwarenya saja semata. Tetapi juga termasuk seperti pelatihan untuk software tersebut, petunjuk mengenai masalah yang ada(trouble-shooting), serta deskripsi tentang perbedaan yang ada pada pengembangan software yang harus dipublikasikan.

5. Kesalahan – kesalahan yang ada di software harus diperbaiki lebih dulu sebelum penyebaran
Banyak software yang memiliki kesalahan dimana perbaikannya baru disediakan pada versi berikutnya. Hal ini sangat tidak dianjurkan untuk diterapkan karena pengguna akan selalu mengingat kesalahan yang ada pada software berkualitas rendah. Karena itu, sebaiknya kesalahan yang ada pada software diminimalisir sebisa mungkin sebelum software tersebut disebar.

Selengkapnya...

Senin, 07 Maret 2011

SIKLUS DEPLOYMENT

4 komentar

Aktivitas deployment pada software engineering meliputi tiga aksi yaitu: delivery(bagian penyampaian), support(pendukung), dan feedback(respon). Karena proses pemodelan software modern terus berkembang secara alami, maka proses deployment terjadi tidak hanya sekali, tapi beberapa kali mengikuti perkembangan penyelesaian software tersebut. Maka dari itu tercipta siklus-siklus yang terjadi pada aktifitas deployment. Siklus-siklus tersebut adalah :


1. Siklus delivery

Siklus delivery menyediakan pengguna perkembangan operasional software beserta fungsi dan fitur – fitur yang dapat digunakan.


2. Siklus support

Tahap ini menyediakan dokumentasi dan campur tangan manusia terhadap semua fungsi dan fitur yang dikenalkan pada proses deployment secara teratur sesuai perkembangan.


3. Siklus feedback

Tahap ini menyediakan tim perancang software dengan petunjuk – petunjuk penting yang mengarah pada modifikasi fungsi, fitur, dan lanngkah yang akan diambil untuk perkembangan selanjutnya.

Selengkapnya...

PENGERTIAN SOFTWARE DEPLOYMENT

1 komentar

PENGERTIAN SOFTWARE DEPLOYMENT

Software deployment adalah semua aktifitas yang membuat sistem software dapat digunakan.

Proses deployment yang umum terdiri dari beberapa kegiatan yang saling berhubungan dengan transisi diantara mereka. Kegiatan ini dapat terjadi pada situs produsen atau di lokasi konsumen, ataupun keduanya. Karena setiap sistem perangkat lunak unik, proses yang tepat atau prosedur dalam setiap kegiatan hampir tidak dapat didefinisikan. Oleh karena itu, "deployment" harus ditafsirkan sebagai proses umum yang harus disesuaikan dengan persyaratan tertentu atau karakteristik.


sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Software_deployment
Selengkapnya...

Followers

 

Software Engineers. Copyright 2010